Bab 1Kenapa Kamu Harus Baca Ebook Ini
Dari anak IPS yang nggak ngerti tech, sampe kerja remote digaji dollar.
Saya mau jujur sama kamu dari awal.
Saya bukan anak IT. Bukan lulusan teknik informatika. Bukan orang yang dari kecil udah coding. Saya anak IPS. Kuliah di jurusan Manajemen. Dan sebelum tahun 2022, kalau kamu tanya saya apa itu API, saya nggak akan bisa jawab.
Tapi sekarang, saya kerja remote dari Bandung sebagai AI Automation Engineer buat perusahaan di New Zealand. Gaji dalam dollar. Nggak perlu pindah, nggak perlu visa, nggak perlu ijazah IT. Cuma laptop, internet, dan skill yang saya pelajari sendiri.
Gimana bisa? Itu yang mau saya ceritain di bab ini.
Cerita yang Nggak Glamor
Saya lulus SMA dari jurusan IPS tahun 2015. Lanjut kuliah di jurusan Manajemen Aset. Setelah lulus tahun 2019, saya kerja jadi accounting asset. Sesuai jurusan, sesuai ekspektasi. Gaji UMR, kerja kantoran 8-5. Nggak ada yang salah.
Tapi di tahun 2020, COVID-19 datang. Kantor tempat saya kerja terdampak berat. Kondisi makin nggak menentu, dan akhirnya saya memutuskan resign. Waktu itu saya mikir, “Daripada nunggu di-PHK, mending saya coba jalan sendiri.”
Dengan tabungan yang ada, saya coba buka usaha. Dua tahun saya habiskan buat menjalankan usaha itu. Dua tahun penuh perjuangan, trial and error, dan harapan yang pelan-pelan menipis. Sampai akhirnya, usahanya nggak jalan. Tabungan habis. Saya bangkrut.
Itu titik terendah saya. Nggak punya kerjaan, nggak punya tabungan, nggak punya arah. Di usia yang harusnya udah mapan, saya ngerasa mulai dari nol lagi.
Tapi justru di titik terendah itu, saya bikin keputusan yang mengubah hidup saya.
Di awal 2022, saya mulai belajar coding dari YouTube. Nol besar. Nggak punya background IT, nggak punya temen yang bisa ditanya, nggak punya modal buat ikut bootcamp. Cuma saya, laptop, dan internet. Tapi saya punya satu hal: nggak ada lagi yang bisa saya rugiin. Jadi saya all in.
Saya konsisten. Setiap hari belajar, setiap hari praktek. Dan di September 2022, kurang dari 9 bulan setelah mulai belajar coding, saya dapet kerjaan sebagai Frontend Engineer. Kerja kantoran, berangkat pagi pulang sore. Tiga tahun saya jalani itu.
Selama tiga tahun jadi Frontend Engineer, saya lihat satu hal yang terus berulang: banyak proses di perusahaan yang masih manual dan bisa diotomasi. Copy-paste data, kirim email satu-satu, bikin report manual. Saya mulai penasaran: gimana caranya automasi semua itu? Dan di situlah saya ketemu AI Automation.
Di Desember 2024, saya mulai belajar AI Automation. Kenal tools yang namanya n8n. Ini platform automation yang bisa nyambungin berbagai aplikasi dan bikin proses otomatis pakai AI. Waktu itu saya nggak ngerti sama sekali. Tapi saya penasaran. Saya mulai belajar dari dokumentasi, dari trial and error, dari eksperimen setiap malam setelah pulang kerja.
Saya mulai bikin mini project. Automasi kecil-kecilan. Posting di LinkedIn. Dapet beberapa freelance. Tapi waktu saya coba cari kerjaan full-time remote di bidang AI Automation? Susah. Banget.
Ini titik terendah kedua. Pagi sampe siang kerja kantoran full-time sebagai Frontend Engineer. Sore sampe malam belajar automation dan ngerjain freelance. Kirim lamaran ke puluhan perusahaan luar negeri. Gagal di final interview. Berkali-kali. Hampir nyerah.
Tapi saya nggak berhenti. Terus belajar, terus bikin project, terus apply. Dan di November 2025, akhirnya saya dapet tawaran kerja remote dari perusahaan di New Zealand. Sebagai AI Automation Engineer. Gaji dalam dollar.
Dari mulai belajar AI Automation sampe dapet kerja remote, prosesnya kurang dari 1 tahun.
Coba baca ulang perjalanan itu: anak IPS, lulusan Manajemen Aset, pernah bangkrut, belajar coding dari nol, kerja kantoran 3 tahun, belajar AI Automation sambil kerja, gagal interview berkali-kali, dan akhirnya kerja remote digaji dollar. Kalau saya bisa, kamu juga bisa.
“Kalau kamu konsisten belajar 2-3 jam sehari, dalam 6 bulan kamu bisa punya skill yang perusahaan luar negeri mau bayar mahal.”
Kenapa AI Automation?
Kamu mungkin pernah denger soal AI, soal ChatGPT, soal automation. Tapi buat banyak orang, itu semua masih terasa jauh. Kayak bukan dunia mereka. Kayak cuma buat orang IT.
Kenyataannya, AI Automation itu salah satu skill yang paling dicari di dunia kerja sekarang. Dan yang bikin menarik: kamu nggak perlu jadi programmer buat bisa ngelakuin ini.
Ini yang bikin AI Automation spesial:
1. Demand tinggi, supply rendah. Banyak perusahaan butuh orang yang bisa automasi proses bisnis mereka pakai AI. Tapi orangnya masih sedikit. Ini artinya peluangnya besar banget.
2. Nggak perlu background IT. Saya buktinya. Tools kayak n8n itu visual, drag and drop. Kamu nggak perlu nulis ratusan baris kode. Yang kamu butuh itu logika dan pemahaman tentang proses bisnis. Dan kalau kamu pernah kerja di mana aja, kamu udah punya itu.
3. Bisa kerja remote. Karena semua kerjaan dilakuin di cloud, kamu bisa kerja dari mana aja. Dari kamar, dari kafe, dari mana pun yang ada internet. Dan perusahaan luar negeri udah terbiasa hire remote workers.
4. Gaji dalam dollar. Ini bagian yang paling menarik. Kalau kamu kerja buat perusahaan luar negeri, gaji kamu dalam dollar atau currency asing lainnya. Dengan kurs sekarang yang terus naik, gaji yang sama nilainya terus bertambah dalam rupiah.
Buat Siapa Ebook Ini?
Ebook ini saya tulis buat kamu yang:
Nggak punya background IT tapi pengen masuk ke dunia tech. Mungkin kamu accounting kayak saya dulu, atau admin, marketing, HRD, guru, atau bahkan fresh graduate yang belum tau mau kerja apa. Kamu nggak perlu gelar informatika. Kalau saya yang anak Manajemen bisa, kamu juga bisa.
Pengen kerja remotetapi bingung mulai dari mana. Kamu lihat orang lain kerja dari rumah digaji dollar dan bertanya-tanya “gimana caranya?” Ebook ini kasih kamu roadmap yang jelas, dari nol sampe punya skill yang bisa dijual ke perusahaan luar negeri.
Udah nonton video saya di YouTube tapi pengen versi yang lebih terstruktur. Di YouTube, materi tersebar di banyak video. Di ebook ini, semuanya disusun rapi jadi satu alur yang bisa kamu ikutin step by step dan baca ulang kapan aja.
Mau naikin value diri di dunia kerja. Mungkin kamu udah kerja tapi ngerasa stuck, gaji segitu-segitu aja, dan pengen punya skill tambahan yang bikin kamu stand out di mata recruiter. AI Automation itu skill-nya.
Apa yang Bakal Kamu Dapetin?
Di ebook ini, kamu bakal mulai dari paham konsep dasar AI dan Automation dalam bahasa yang simpel. Lalu kamu siapin fondasi yang dibutuhin (nggak banyak, tenang). Setelah itu kamu langsung praktek: bikin workflow pertama di n8n, connect ke Google Sheets, tambahin AI yang bisa analisis data otomatis, sampe akhirnya bikin satu mini project lengkap yang siap dipakein di dunia nyata. Di bab terakhir, kamu dapet roadmap buat cari kerja remote dan monetisasi skill ini. Plus bonus cheat sheet dan template prompt AI yang bisa langsung kamu pakai.
Kenapa Ebook, Bukan Cuma YouTube?
Pertanyaan yang wajar. Saya udah share banyak konten gratis di YouTube. Jadi kenapa kamu harus baca ebook ini?
Terstruktur dari A sampe Z. Di YouTube, kamu harus cari sendiri video mana yang harus ditonton duluan. Di ebook ini, semuanya udah disusun dalam urutan yang benar. Kamu tinggal ikutin dari Bab 1 sampe Bab 8.
Bisa dibaca ulang kapan aja. Waktu kamu praktek dan lupa caranya, kamu tinggal buka halaman yang relevan. Nggak perlu scrub video maju-mundur nyari bagian yang kamu butuhin.
Ada yang nggak ada di YouTube. Template prompt AI, cheat sheet expression n8n, dan checklist kesiapan di bonus chapter itu eksklusif buat ebook ini.
Lebih dalam dan detail. Di video, saya harus keep it short biar penonton nggak bosen. Di ebook, saya bisa jelasin lebih detail, kasih lebih banyak contoh, dan nggak perlu rushing.
Satu Hal yang Saya Mau Kamu Percaya
Sebelum kamu lanjut ke bab berikutnya, saya mau kamu pegang satu hal ini:
“Kamu nggak perlu jadi jenius. Kamu nggak perlu punya background IT. Kamu cuma perlu konsisten, mau belajar, dan nggak nyerah waktu stuck. Sisanya, biar ebook ini yang guide.”
Saya udah lewatin semua fase itu. Bingung, stuck, gagal interview, ngerasa nggak cukup pinter. Tapi saya tetep jalan. Dan sekarang saya di posisi yang dulu saya kira nggak mungkin buat orang kayak saya.
Kalau saya bisa, kamu juga bisa. Serius.
Oke, cukup curhatnya. Di bab berikutnya, kita masuk ke materi. Saya bakal jelasin apa itu AI dan Automation dalam bahasa yang kamu pasti ngerti.